Musyawarah Cabang Muhammadiyah Ngawen dan Harapan ke Depan.

 Rabu (19/7) diadakan Musyawarah Cabang  PCM ,PCA dan PCNA Ngawen. Sebanyak 200 hadirin. Dan juga hadir dari unsur pemerintah kapanewon, 

Menindak lanjuti pasca Musyawarah Daerah (Musyda) Gunungkidul tanggal 20-21 Mei 2023  yang lalu.

Kini PCM dan PCA sesuai  ketentuan AD pasal 7 sehingga  diadakan Musyawarah Cabang.

Dengan mengambil tema, 

"Aktualisasi gerakan PCM,PCA dan PCNA menuju Ngawen yang berkemajuan."

Dari Musycab berharap akan mendapatkan pimpinan yang handal." Lanjut Suparmin selaku PCM periode lama.

Dalam gerak ada beberapa momentum yang luar biasa. Adanya Covid masih mampu menyelenggaran pengajian rutin dengan mematuhi prokes.

Harapannya dalam musyawarah ini  mampu menelurkan pimpinan yang mampu membawa persyarikatan lebih baik.

Hadir langsung dari pemerintah kapanewon Ngawen oleh, Penewu Anom,  atau sekretariat kecamatan (sekcam) Suharyanto, S.KM. MM. Menyampaikan beberapa hal.

"Miniatur Gunungkidul ada di Ngawen, ormas,agama. Hidup rukun dengan kondisi ini. Bersinergi dengan pemerintah. Kiprahnya baik. Dampak Covid yang lalu yang demikian membuat kalangkabut. Kini teknologi mampu menggebrak semua lini. Dampak yang ada diantaranya unsur kepedulian pada anak kurang. Kebiasaan membaca Qur'an sudah tergeser. Mereka amin game. Dan menyebabkan kewajiban mereka terganggu. Masjid yang ada dipenuhi orang  tua. Covid lewat masih ada tantangan ini. Ruang yang diberikan pada generasi berikut. Maka nasib kedepan menjadi masalah. Lewat pendidikan dengan mencari tanda tangan. Ini beberapa yang perlu diperhatikan. Lewat kewajiban dan pembiasaan pada anak SMP dan SMA dan generasi mudanya.

####

Dari Pimpinan PDM Ngatemin, MA menyampaikan beberapa hal, " Muhammadiyah bergerak tak tanggung-tanggung. Sebagai bentuk kemajuan semua lini bergerak bersama. Gerak sebagai keberadaan sebuah lembaga. Risalah Islam berkemajuan againana caranya. Untuk dipelajari. Pilih pimpinan yang cerdas, mau beraksi dalam gerakan. Kita semua bergerak. Ponpes Assidiq ada dengan gerak. Kita adalah umat yang baik yakni gerak, semangat amar makruf nahi Munkar. Muhammadiyah tahun  2022-2027. Peneguhan Islam yang sesuai Alquran dan Sunnah.

Hebuh dengan azzaitun. Dipersiapkan PKI seolah -oleh hebat. Mereka menyusup ke setiap elemen. Jangan sampai Muhammadiyah kemasukan. Di ortum. Mereka tak tanggung - tanggung dari setiap lini. Dibeayai dari Cina. Pilih mubaligh yang mengisi. 

Beliau menekankan, 

Pertama, Penyebaran risalah Islam berkemajuan. 

Memperluas dan memperkuat umat di akar rumput. Di masjid yang dibina. Muhammadiyah.  Ada 6 ranting di Ngawen.

Beberapa hal agar waspada dengan  adanya konten yang tak sesuai dengan ajaran.

Kedua, Mengembangkan amal usaha unggulan. Sekolah Muhammadiyah  jangan Sampai terjadi persoalan. 

Ketiga, Intensipkan dan menguatkan dakwah di generasi melenial. Membaca dengan cerdas. Menggunakan Model yang tepat. 

Kader yang militan. Hilangnya generasi dan ditempati. Salafi secara intensif dan NU. Program menikahkan jamaahnya 

Keempat, ..Reformasi dan digitalisasi. Seorang kader harus mampu menguasai teknologi.

Kelima, mampu menyiasati dengan adanya dana keIstimewaan. Yang digunakan pemberdayaan  Kebudayaan. Kita bisa mengevaluasi sekiranya  mempunyai kebaikan dalam dakwah. Bisa gunakan. Bila tidak mampukan mencari solusi yang cerdas?

Soal Kebudayaan itu harus di waspadai . Adanya Kader-kader PKI. Yang menggunakan media ini. 

Di akhir pengantar pidatonya agar peserta Musycab senantiasa danSemangat hijrah. Yakni Mengikis belenggu menuju kemajuan."

Sekaligus membuka Musycab kali ini.





Ngatemin dari PDM Gunungkidul 


Panewu Anom Ngawen




Pcm Ngawen 

Peserta musycab 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gapai akhir yang baik