Empat Pilar Membawa Hidup Lebih Mulia

  

Idul Fitri 1447 H 

 








lapangan kampung Ngawen  gelar sholat idul Fitri. 1447 H. Dalam rangkaian itu, Khotib menyampaikan beberapa hal....

Pertama, Allahuakbar.. Allah yang maha besar. Kita memaha agung kan Allah. Memuji dzat yang maha kuasa. 

Dengan menyebut di segala penjuru sebagai penerapan kejujuran. Manusia adalah makhluk kecil. Yang maha besar hanya Allah SWT.

Dengan mengagungkan Allah, berawal dari titik tempat ini. Seorang muslim diciptakan,ini merupakan bentuk seorang muslim punya derajat sama di hadapannya. Sehingga kita saling menghargai. 

"Sesungguhnya diantara kalian yang mulia hanya dengan taqwa." 

... Berjalan di muka bumi berjalan dan perhatikan apa yang kita lakukan. Adanya keberhasilan dan kegagalan sebuah nuansa. 

Merayakan hari kegembiraan, idul Fitri. 

Kedua,  sesungguhnya kalian diciptakan dalam keadaan kosong tak ada petunjuk. Mintalah petunjuk maka mendapatkan petunjuk. 

Dengan itu kita datang dengan melakukan shalat. 

Petunjuk itu mengantar keberhasilan. Dengan mengapresiasi. Contoh dari Rosulullah ada teladan. 

Ketiga, dari Rosulullah ada banyak kebaikan. Hadist Rosulullah, ada yang menonjol kebaikan. Wasiat beliu... beribadah lah dengan seolah kalian melihat Allah. Menurut data kita. Orang baik. Mereka melakukan, beribadah seolah melihat Allah. Sabda Rasullullah lagi, ingat lah kalian diberi peluang hidup dan mati. Ingat kehidupan disini juga ada kematian. Rosulullah, doa yang orang lemah. .. kalian jangan lupa sholat malam,Isyak, subuh. Kita ingat antara Isyak subuh. .... Jika kalian diberikan peluang hidup sampai subuh jangan nunggu sampai ashar. Bila sampai Ashari jangan kira bisa sampai pagi.

Apapun yang ada jadilah orang baik dan terbawa pada kehidupan. Dibawa sampai datang ke Allah.

Empat perkara..itu bila dikerjakan dengan baik sebagai mana Rosulullah maka kalian jadi orang baik.

Kebaikan bisa bertahan hingga tahun mendatang. 

Dipegang dari hadir tersebut dari iman Tabrani dan abu darda. Mereka itu dalam kehidupan yang baik dan kian baik. 

Imam attobroni dan abu Dardak dijadikan kebiasaan. Sehingga mereka saat membaca Al-Qur'an dengan baik dan teratur.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beberapa Hal Yang dicintai Alloh

Segarkan Jiwa dan Surga